Review VPS Linode

Review VPS Linode

Linode adalah perusahaan cloud computing asal Amerika Serikat yang bermarkas di Philadelphia yang telah beroperasi sejak tahun 2003. Nama Linode merupakan gabungan dari kata Linux dan node.

Linode didirikan oleh developer dan untuk developer. Kini, target penggunanya semakin meluas menjangkau startup dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Menurut hasil review yang dilakukan oleh G2, Linode menempati posisi puncak sebagai Infrastructure as a Service (IaaS) Provider terbaik. Penilaiannya antara lalin kemudahaan setup dan control panel serta kualitas dukungan.

Produk

Linode menawarkan beragam produk cloud, antara lain:

  • Compute: Shared CPU, Dedicated CPU, High Memory, GPU, dan Kubernetes. Untuk Bare Metal masih dalam tahap pengembangan.
  • Storage: Block Storage, Object Storage, dan Backups.
  • Database: managed databases masih dalam tahap pengembangan, nantinya tersedia database MySQL, PostgreSQL, MongoDB, dan Redis.
  • Networking: VLAN, Cloud Firewall, DNS Manager, NodeBalancers, dan DDoS Protection.

Tersedia juga tools yang dapat memudahkan dalam mengatur cloud di Linode, yaitu Cloud Manager, API, Linode CLI, Terraform Provider, Marketplace, Images, Integrations, StackScripts, Monitoring, dan Permissions.

Daftar Akun Linode

Syarat utama pendaftaran akun Linode yaitu membutuhkan kartu kredit atau kartu kredit Visa, MasterCard, Discover, dan American Express. Akun baru yang berhasil terdaftar akan mendapatkan saldo $100 yang berlaku selama 60 hari.

Saya beberapa kali mengalami kegagalan pendaftaran akun (Linode Account Cancellation). Sudah mencoba berganti email dan kartu debit Visa (Jenius/Jago), tapi tetap saja ditolak. Setelah beberapa bulan berlalu, saya mencoba lagi tapi kali ini mendaftar dengan menggunakan akun GitHub, dan ternyata berhasil.

Membuat VPS

Linode memberi nama produknya Linodes untuk layanan Virtual Private Server (VPS).

Langkah-langkah membuat VPS di Linode:

  1. Login ke Cloud Manager
  2. Klik Create->Linode
  3. Linode - Create Menu
    Create Menu
  4. Pada Choose a Distribution pilih distro Linux yang ingin digunakan, misal Ubuntu 20.04 LTS
  5. Linode - Choose a distribution
    Choose a distribution
  6. Pada Region pilih lokasi data center, misal Singapore, SG
  7. Linode - Choose Region
    Choose Region
  8. Pada Linode Plan pilih spesifikasi server, misal Shared CPU – Nanode 1GB
  9. Linode - Choose Plan
    Choose Plan
  10. Pada Linode Label masukkan label untuk VPS
  11. Linode - Linode Label
    Linode Label
  12. Pada Root Password masukkan password untuk akun root server
  13. Linode - Root Password
    Root Password
  14. Terakhir, klik Create Linode
  15. Linode - Linode Summary
    Linode Summary

VPS Linode selesai dibuat dan sedang berjalan.

Linode - Linodes
Linodes/ubuntu Running

Linode mengirimkan notifikasi setelah VPS selesai dibuat.

Linode - Events Notification
Events Notification

Remote server via SSH di Linux, username root, password yang dimasukkan sebelumnya, dan IP address.

SSH Remote Access
SSH Remote Access

Hostname Default
Hostname default menggunakan nama localhost, tidak menggunakan nama yang sama dengan label VPS. Hostname dapat diubah dengan menggunakan perintah hostnamectl, misalnya diubah menjadi myserver.

Repository Server
Pengujian update Ubuntu untuk mengetahui repository server yang digunakan, hasilnya menggunakan repository server milik Linode sendiri di mirrors.linode.com.

Ubuntu apt update
Ubuntu apt update

Benchmark nench.sh

Berikut ini log hasil pengujian benchmark dengan menggunakan nench.sh.

  • Spesifikasi VPS yang diuji menggunakan prosesor AMD EPYC 7501 1,9GHz. Hasil pengujian CPU hashing, compressing, dan encrypting lebih lambat 1-3 detik jika dibandingkan dengan VPS provider lain yang harganya sama $5/bulan tetapi memakai prosesor Intel 2,2GHz.
  • Hasil pengujian kecepatan menulis di disk rata-rata 783MiB/s lebih cepat 100-300MiB/s.
  • Hasil pengujian kecepatan internet IPv4 hanya koneksi ke Cachefly CDN yang lebih cepat 100-200 MiB/s.

Fitur Menarik

Masing-masing cloud provider berusaha menawarkan hal yang berbeda dari provider lainnya, seperti 2 fitur menarik berikut:

IP Transfer
Kadang terjadi kasus kita ingin membuat server baru untuk menggantikan server yang sedang berjalan saat ini, tetapi tidak ingin menggunakan IP yang baru, tetap ingin menggunakan IP yang lama. IP Transfer dapat mengatasi masalah tersebut. IP antar server yang berada di data center yang sama dapat dipertukarkan.

Migrate
Kita dapat memigrasikan server antar region data center dengan fitur Migrate. Misalnya server saat ini berada di region Singapore dan terjadi kendala akses menuju region tersebut. Solusinya kita dapat menggunakan Migrate untuk memindahkan server ke region lain yang aksesnya normal.

Kesimpulan

VPS dari Linode layak dipertimbangkan sebagai server untuk kebutuhan development, testing, website dan aplikasi skala kecil dan menengah seperti target pengguna Linode, developer, startup, dan UKM. Teman-teman yang ingin mencobanya, bisa mendaftar akun trial dan mendapatkan gratis saldo $100 yang berlaku selama 60 hari.

2 Comments

  1. Bang, makasih reviewnya. Saya tertarik untuk bikin VPS di Linode. Tetapi ga bisa daftar bang. Selalu sign up cancellation. Kira2 masalahnya apa ya bang? Semua pakai data asli, kartu kredit asli. Tapi ditolak terus. Minta pencerahan bang?

    Terimakasih banyak sebelumnya

    • saya juga beberapa kali mencoba daftar dan selalu gagal. berhasil ketika daftar memakai akun GitHub. tapi ada juga yang berhasil daftar memakai gmail. coba kontak langsung ke Linode.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *