in Cloud Computing

Pengenalan Cloud Computing

Apa Itu Cloud Computing ?

Menurut Wikipedia Cloud Computing adalah layanan komputasi dan sumber daya secara online yang melibatkan server-server yang memungkikan penyimpanan data secara terpusat. Menurut Oxford Dictionaries Cloud Computing adalah praktik penggunaan jaringan server secara remote di internet untuk meyimpan, mengelola, dan memproses data. Menurut NIST (National Institute of Standard and Technology) Cloud Computing adalah sebuah model yang memungkinkan penggunaan sumber daya (server, jaringan, storage, aplikasi, layanan, dll) bersama-sama yang dapat dikonfigurasi dengan mudah dan meminimalisir interaksi dengan penyedia layanan (provider). Jadi Cloud Computing adalah layanan sumber daya komputasi (perangkat keras, sistem operasi, aplikasi, media penyimpanan, jaringan) melalui jaringan baik intranet maupun internet yang melibatkan sejumlah server dan dapat digunakan bersama-sama (berbagi sumber daya).

Karakteristik Cloud Computing

Cloud Computing memilik 5 (lima) karakteristik utama yaitu :

1.On-Demand Self-Service : Pengguna dapat langsung memilih jenis dan spesifikasi layanan yang dibutuhkan sehingga mengurangi interaksi dengan pihak penyedia layanan cloud (cloud provider).
2.Broad Network Access : Layanan cloud memerlukan akses jaringan yang cukup memadai agar layanan tersebut bisa diakses dengan lancar.
3.Resource Pooling : Sumber daya komputasi berasal dari sekumpulan server yang lokasinya berbeda-beda, tidak terpusat pada satu lokasi saja.
4.Rapid Elasticity : kapabilitas layanan harus dapat diatur kapasitasnya sesuai dengan yang diinginkan dan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat.
5.Measured Service : Layanan yang digunakan oleh pengguna dapat terukur dengan jelas sehingga pengguna hanya membayar sewa sesuai jumlah layanan yang digunakan.

Model Layanan Cloud Computing

Dalam cloud computing ada 3 (tiga) model layanan yaitu :

1.Software as a Service (SaaS) : layanan yang diberikan kepada pengguna berupa perangkat lunak seperti office suite. Contoh Google Doc dan Apple iWork yang merupakan aplikasi office. Tipe pengguna dari layanan SaaS adalah End User, pengguna yang tinggal menggunakan aplikasi saja.

2.Platform as a Service (PaaS) : layanan yang diberikan kepada pengguna berupa platform untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak seperti database, service, dan platform bahasa pemrograman. Contoh Google App Engine, RedHat OpenShift, dan Koding. Tipe penggunan dari layanan PaaS adalah Application Developer, pengembang aplikasi bisa langsung fokus mengembangkan aplikasi tanpa perlu menyiapkan sendiri platform pengembangannya.

3.Infrastructure as a Service (IaaS) : layanan yang diberikan kepada pengguna berupa komputer server (mesin virtual) dan jaringan seperti layanan VPS (Virtual Private Server). Contoh Amazon Web Service (AWS), Linode, Digital Ocean, dan Cloud Kilat. Tipe pengguna dari layanan IaaS adalah Network/System Architect, sysadmin yang menyiapkan semua konfigurasi sistem mulai dari sistem operasi, jaringan, sampai platform pengembangan aplikasi.

Layanan Cloud via Save Manos @ slideshare.net

Layanan Cloud via Save Manos @ slideshare.net

Model Deployment Cloud Computing

Ada 4 (empat) model deployment pada cloud computing :

1.Public Cloud : layanan cloud dapat diakses oleh siapa saja (Public). Layanan Public Cloud ada yang berbayar dan ada yang gratis. Pengguna Public Cloud pada umumnya adalah masyarakat umum. Kelebihan menggunakan Public Cloud, pengguna tidak perlu pusing memikirkan biaya investasi, penyediaan infrastruktur dan sumber daya manusia agar layanan bisa terus berjalan. Data juga dapat mudah disimpan dan diakses selama terkonkesi dengan internet. Kekurangannya memerlukan akses internet yang memadai dan sangat bergantung dengan penyedia layanan.

2.Private Cloud : layanan cloud hanya dapat diakses oleh orang/organisasi tertentu saja (Private). Model ini banyak diterapkan pada lingkungan pendidikan atau perusahaan. Kelebihan paling utama dari Private Cloud adalah kerahasiaan data. Jika Private Cloud ini diimplementasikan pada jaringan intranet maka dapat menghemat biaya dan aksespun lebih cepat. Kekurangannya memerlukan biaya investasi infrastruktur dan sumber daya manusia.

3.Community Cloud : layanan cloud yang dikembangkan oleh komunitas yang memiliki kepentingan atau tujuan yang sama. Misalnya komunitas atau asosiasi perguruan tinggi di Indonesia membangun layanan cloud yang berisi data dan aplikasi untuk lingkungan pendidikan.

4.Hybrid Cloud : layanan cloud yang merupakan gabungan dari Private Cloud, Public Cloud, dan/atau Community Cloud. Misalnya sebuah perusahaan menggunakan gabungan Private dan Public Cloud, aplikasi dan data-data yang tidak rahasia atau ditujukan untuk konsumen ditempatkan pada Public Cloud sementara untuk aplikasi dan data yang sangat sensitif ditempatkan pada Private Cloud.

Model Deployment Cloud Computing via spkaa.com

Model Deployment Cloud Computing via spkaa.com

Resiko Cloud Computing

Cloud Computing memang hadir dengan membawa berbagai macam solusi dari permasalahan komputasi, tapi ada juga resiko yang membuat suatu organisasi tidak mau mengadaptasi cloud computing. Dua resiko yang paling penting adalah masalah keamanan dan kerahasiaan data, karena data kita diupload ke internet dimana semua orang bisa mengaksesnya atau khawatir layanan tersebut mengalami serangan cyber.

referensi:
I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T – Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya
The NIST Defintion of Cloud Computing
en.wikipedia.org/Cloud_Computing
oxforddictionaries.com – definition cloud computing