Tip Memilih Tipe Droplet DigitalOcean

Tip Memilih Tipe Droplet DigitalOcean

VPS atau disebut sebagai Droplet di DigitalOcean terbagi ke dalam 5 tipe yaitu Basic, General Purpose, CPU-Optimized, Memory-Optimized, dan Storage-Optimized. Setiap tipe Droplet dirancang untuk menjalankan aplikasi yang berbeda beban kerjanya. Kita akan bahas satu per satu tipe Droplet dan cara memilih Droplet yang tepat berdasarkan panduan resmi dari DigitalOcean.

Shared CPU vs Dedicated CPU

Droplet tipe Basic menggunakan shared CPU, sementara tipe yang lainnya menggunakan dedicated CPU. Droplet yang menggunakan dedicated CPU dijamin mendapatkan hyperthread penuh setiap saat. Hyperthread adalah teknologi prosesor yang memungkinkan lebih dari satu thread untuk dijalankan pada setiap core prosesor. Semakin banyak thread, berarti lebih banyak pekerjaan yang dapat dilakukan secara paralel.

Jika menggunakan shared CPU, hyperthread yang dialokasikan ke Droplet akan digunakan bersama dengan beberapa Droplet lainnya. Saat shared CPU mengalami beban yang lebih berat, hypervisor secara dinamis mengalokasikan lebih banyak hyperthread ke dalalmnya. Droplet dengan shared CPU tidak dijamin akan mendapatkan hyperthread penuh setiap saat.

Droplet Plans

Ada lima Droplet plan, satu Droplet plan dengan shared CPU dan empat Droplet plan dengan dedicated CPU.

Droplet PlanCPUvCPUMemory
BasicShared1-81-16 GB RAM
General PurposeDedicated2-408-160 GB RAM
4 GB RAM / vCPU
CPU-OptimizedDedicated2-324-64 GB
2 GB RAM / vCPU
Memory-OptimizedDedicated2-3216-256 GB RAM
8 GB RAM / vCPU
Storage-OptimizedDedicated2-3216-256 GB RAM
8 GB RAM / vCPU
150 – 225 GB SSD / vCPU

1.Basic Droplet

Basic Droplet merupakan droplet yang paling rendah biayanya. Droplet ini dirancang untuk menjalankan aplikasi seperti:

  • Low traffic web servers
  • Blogs
  • Discussion forums
  • Content Management Systems (CMS)
  • Small databases
  • Dev/test servers
  • Microservices
  • Repository hosting

2.General Purpose Droplet

General Purpose Droplet cocok untuk berbagai beban kerja produksi. General Purpose Droplet terbagi ke dalam enam konfigurasi, mulai dari 2 vCPU hingga 40 vCPU, dengan 8GB-160GB RAM. Droplet ini dirancang untuk menjalankan aplikasi seperti:

  • Medium-to-high-traffic web servers
  • E-commerce sites
  • Medium-sized databases
  • Enterprise Software as a Service (SaaS)

3.CPU-Optimized Droplet

Jika beban kerja aplikasi memerlukan performa CPU yang terjamin dan berkelanjutan tetapi tidak membutuhkan banyak memori, CPU-Optimized Droplets pilihannya. Droplet ini dirancang untuk menjalankan aplikasi seperti:

  • CI/CD
  • Video encoding
  • Machine learning
  • Ad serving
  • Batch processing
  • Heavily loaded front-end web servers

4.Memory-Optimized Droplet

Beberapa beban kerja, seperti database produksi yang besar atau cache dalam memori, memerlukan jumlah memori yang lebih besar untuk menyimpan set data yang berfungsi. Tanpa RAM yang cukup, aplikasi semacam itu biasanya berjalan lambat, atau terkadang menjadi tidak stabil dan macet. Droplet ini dirancang untuk menjalankan aplikasi seperti:

  • High-performance SQL or NoSQL databases
  • Web scale in-memory caches and indexes
  • Real-time big data processing
  • Resource-intensive atau mission-critical business apps, terutama untuk aplikasi yang memiliki JVM requirements yang besar

5.Storage-Optimized Droplet

Storage yang cepat diperlukan untuk beban kerja capture data dalam jumlah besar. Storage-Optimized Droplet menggunakan NVMe (non-volatile memory express), yang merupakan protokol antarmuka yang dibuat secara eksplisit untuk SSD modern. Karena penyimpanan terhubung langsung ke hypervisor (tidak terhubung melalui jaringan), Droplet ini ideal untuk beban kerja yang memerlukan transaksi dalam jumlah tinggi dengan latensi rendah, seperti:

  • NoSQL database yang besar dengan performa tinggi, seperti MongoDB, Elasticsearch, dan TimeScaleDB
  • Monitoring dan analytics software, seperti Prometheus dan Grafana
  • Data warehouses

Memilih Droplet

Sebelum menentukan tipe Droplet tertentu, sebaiknya lakukan pengukuran dan pengujian beban kerja aplikasi untuk melihat performanya di bawah beban simulasi. Lihat penggunaan resource saat beban berada pada puncak yang diharapkan, terutama saat menggunakan Basic Droplet. Jika performa aplikasi terlalu bervariasi untuk kebutuhan produksi, pertimbangkan jenis Droplet dengan dedicated CPU.

Baca informasi pemakaian sumber daya (CPU, RAM) dari graphs, system monitoring yang memantau pemakaian Droplet. Informasi dari graphs menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan pemilihan tipe Droplet.

  • Jika sering terjadi penggunaan CPU tinggi dan juga memori, pertimbangkan untuk meningkatkan CPU dan memori, serta gunakan General Purpose Droplet.
  • Jika sering terjadi penggunaan CPU tinggi tetapi penggunaan memori rendah, gunakan CPU-Optimized Droplet.
  • Jika sering terjadi penggunaan memori tinggi tetapi penggunaan CPU rendah atau sedang, pertimbangkan untuk meningkatkan memori dan gunakan Memory-Optimized Droplet.
  • Jika penggunaan CPU dan memori lebih sering rendah atau sedang, gunakan Basic Droplet.

Gratis saldo $100 untuk pendaftaran baru di DigitalOcean. Daftar sekarang juga.

Default image
Musa Amin
I am a Linux System Administrator and also write many tutorials about Linux, Cloud, and Open Source. Hire me via email hai[at]musaamin.web.id.
Articles: 712

Leave a Reply